Masalah dan Bahaya air Kolam ber”KAPORIT”

Posted on 28 Juni 2011. Filed under: Bahaya Zat Kimia, Peduli Sehat |

Masalah dan Bahaya Air Kolam ber”KAPORIT”
Oleh : Sandy Pamungkas
Mahasiswa Teknik Lingkungan Unlam
Berawal dari sms yang ku dapat hampir tiap harinya,  Ayy kekolam yuk ?? .S aya berfikir, “apakah
tidak apa untuk pergi berenang ke kolam tiap hari?”. Hal ini memancing saya untuk berfikir
menyelidiki ajakan refresing yang murah meriah tersebut, baik dari segi positif maupun negatif bagi
tubuh.
Calsium Hypochlorite (CaOCI2) atau Kaporit yang pada umumnya ditambahkan ke dalam air kolam
renang ternyata mempunyai efek tersendiri bagi tubuh.
Penggunaan kaporit bertujuan sebagai desinfektan bisa menjadi potensi bahaya bagi orang lain.
Desinfektan berbasis klorin seperti hipoklorit, klorin atau chloroisocyanurates berfungsi untuk
menonaktifkan berbagai bakteri patogen yang ada di dalam air seperti E. coli, pembasmi lumut serta
jentik nyamuk.
karsinogenik ).
Dan juga jika senyawa tersebut bercampur dengan bahan organik lain seperti urin dan keringat,
maka klorin bisa melepaskan produk campuran yang dapat mengiritasi mata, kulit dan saluran udara atas.
Sebuah penelitian di jurnal Environmental Health Perspectives (tahun2006) menunjukkan anak-anak
yang rutin berenang di kolam yang berkaporit beresiko lebih besar untuk terkena asma, terutama
kalau sudah punya bawaan. Penelitian lain mengungkapkan adanya hubungan antara penggunaan
kolam renang berkaporit dengan berkurangnya fungsi paru-paru, erosi pada email gigi, bahkan
meningkatkan resiko kanker kandungan kemih.
Profesor Guy Marksd a r i Woolcock Medical Institute menuturkan saat ini masih terlalu dini untuk
mengambil kesimpulan seperti itu. Tapi anak-anak sebaiknya memilih kolam renang terbuka dan
bukan yang berada di dalam ruang (indoor), sehingga mengurangi kemungkinan terkena serangan asma.

Meski didapatkan risiko asma yang terkait dengan penggunaan klorin, tapi kolam renang tetap
memerlukan desinfektan untuk menjaga kebersihannya. Memelihara kolam renang dengan bahan
organik lain yang berkadar tinggi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan t
erutama ketika suhu
air lebih tinggi seperti saat musim panas. Menggunakan desinfektan memang telah terbukti secara
signifikan menyebabkan kematian mikroorganisme patogen.
Selama musim panas, kolam renang harus selalu dimonitor kadark l o r i n danp H nya untuk mencegah
tertularnya berbagai penyakit infeksi melalui air. Namun, terkadang penyakit ini bisa tetap bertahan
terutama di kolam renang umum.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kolam renang adalah mempertahankan nilai pH dengan benar, melakukan pembersihan filter secara rutin, memastikan sirkulasi air tetap tinggi serta menjaga nilai ambang batas dari klorin dan bahan organik lain.

Untuk mencegah tertularnya berbagai penyakit dari kolam renang sebaiknya membilas diri dengan
air dan sabun antiseptik sebelum dan sesudah berenang,jangan berenang jika mengalami diare atau
infeksi saluran pencernaan beberapa hari sebelumnya, menggunakan baju renang yang ketat
menempel di tubuh,menggunakan kacamata renang untuk mencegah kaporit masuk ke mata,
usahakan untuk selalu buang air kecil di toilet dan biasakan cuci tangan menggunakan air mengalir
dan sabun, pilihlah kolam renang outdoor karena dengan begitu gas beracun akan segera tersebar,
sedang cara terakhir adalah jangan berenang di kolam renang berkaporit setiap hari.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: