Bahayakah Air Yang Kita Konsumsi?

Posted on 28 Juni 2011. Filed under: Bahaya Zat Kimia, Peduli Sehat |

Hidup kita memang tidak bisa lepas dari air. Seperti kita ketahui, sekitar 70% tubuh manusia terdiri dari air. Karena air adalah kebutuhan dasar yang merupakan kunci utama semua sistem dan fungsi tubuh antara lain peredaran darah, pencernaan, mengatur suhu tubuh, pembuangan, metabolisme, pelicin, pergerakan, penyaringan, dan sebagainya.

Sangatlah penting untuk memberikan tubuh dengan air yang berkualitas sesuai kebutuhan sel-sel dalam tubuh. Namun apakah air yang kita konsumsi memiliki kualitas yang dibutuhkan tubuh ?

Air yang bersih dan berkualitas ialah air yang bebas bakteri dan racun serta mengandung berbagai jenis mineral. Air mineral alami adalah yang sangat dianjurkan untuk dikonsumsi. Air mineral yang disimpan terlalu lama dalam botol atau kemasan dapat hilang kandungan ionnya. Kandungan kimia akibat pemrosesan air juga dapat mengakibatkan kerja hormon menjadi terganggu dan kerusakan sistem syaraf.

Air yang kita konsumsi setiap harinya yang diambil langsung dari alam biasanya sudah tercemar karena berbagai sebab baik karena pencemaran, limbah-limbah beracun dari industri atau pertanian, racun atau zat berbahaya atau karena berbagai ulah manusia.

Terlebih lagi air yang mengandung kaporit apabila kandungan kaporit melebihi standar yang ditetapkan lambat laun akan mengakibatkan penyakit anemia apabila diserap oleh darah. Kaporit bisa mempertinggi resiko penyakit kanker, mengerasnya pembuluh darah serta mengurangi penyerapan vitamin dalam sayuran apabila dicuci dengan air yang mengandung kaporit.

Selain kaporit, zat klorin juga merupakan zat berbahaya karena zat tersebut hanya bagus apabila digunakan sebagai pemutih. Penelitian membuktikan bahaya klorin yang dapat merusak vitamin B, C dan E dalam tubuh. Apabila bereaksi dengan asam dari tumbuhan yang membusuk akan terbentuk trihalomethans (THMs) yang bersifat karsinogen. Ini merupakan penyebab dari berbagai penyakit seperti lever, ginjal, pernapasan, tensi darah rendah dan cacat lahir. Juga menyebabkan pengendapan kolesterol dalam darah dan stroke.

Penambahan kaporit dan klorin yang terus menerus untuk mematikan bakteri (kuman) dan menjernihkan air akan menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Begitu pula dengan racun PC Bs mencemari air minum bisa menimbulkan kerusakan pada kulit, paru-paru, ginjal dan hati.

Menurut WHO, air bisa diminum dg PH 6.5 – 8.5. Standar itu belum tentu bisa diterapkan di seluruh wilayah Indonesia. Karena pada setiap air yang diperoleh dari sumber mata air, juga memiliki kandungan sedimen yang berbeda pula. Padahal derajat keasaman dan sedimentasi itu sangat berpengaruh terhadap pencernaan, dan bisa menyebabkan adanya gangguan lambung, ginjal dan pemubuluh darah.

Karena faktor-faktor di atas itu kita menjadi sedikit ragu dalam mengkonsumsi air sembarangan. Padahal air minum yang baik haruslah kaya akan oksigen dan mineral serta terbebas dari bakteri. Sebab mineral dan oksigen merupakan kebutuhan pokok bagi tubuh yang penting disamping air. Gunanya untuk pertumbuhan sel dan asimilasi vitamin sedangkan oksigen penting untuk mempertahankan kehidupan.

Pemantauan yang dilakukan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) di lima wilayah pada 2004 menunjukkan, baik air sungai maupun air tanah memiliki kandungan pencemar organik dan anorganik tinggi. Akibatnya, air sungai dan air tanah di DKI Jakarta tidak sesuai lagi dengan baku mutu peruntukannya yaitu air minum, perikanan, pertanian dan usaha perkotaan lainnya.

Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan BPLHD Provinsi DKI Jakarta Daniel Abbas mengungkapkan tingginya tingkat pencemaran air di Jakarta terutama berasal dari limbah domestik, terutama yang berasal dari septic tank. “Data dari KLH menyebutkan pencemaran air 55 persen disebabkan limbah domestik yang ditandai dengan tingginya kandungan coliform dan fecal coli,” kata Daniel saat menjadi pembicara dalam seminar Pengelolaan Limbah Cair di Kelapa Gading Jakarta, Selasa (12/10).

Daniel mengungkapkan, hasil pemantauan kualitas air tanah di 48 sumur yang tersebar di lima wilayah diketahui 63 persen diantaranya mengandung bakteri coliform dan 75 persennya mengandung fecal coli melebihi baku mutu. Di Jakarta Pusat misalnya, enam dari tujuh sumur yang dipantau memiliki kadar bakteri coliform sangat tinggi. Di Jakarta Selatan 58 persen dari sumur yang dipantau mengandung coliform dan 67 persen tercemar fecal coli.

Untuk wilayah Jakarta Barat tujuh dari sembilan sumur tercemar coliform dan fecal coli melebihi batas normal. Wilayah Jakarta Timur diketahui 45 persen sumur warga sudah tidak memenuhi baku mutu coliform dan 82 persen tidak memenuhi baku mutu fecal coli. Sedangkan di wilayah Jakarta Utara sumur yang mengandung bakteri coliform sangat tinggi mencapai 56 persen. Demikian juga dengan kandungan fecal coli tinggi ditemukakn di 67 persen sumur yang dipantau.

Hasil penelitian dari 13 sungai yang melintasi wilayah Jakarta juga tidak jauh berbeda. Pemantauan BPLHD DKI Jakarta tahun 2004 di 66 lokasi yang tersebar di 13 sungai menunjukan seluruh lokasi tersebut tidak layak dijadikan sumber air minum. “Bahkan air itu tidak layak diguanakan untuk usaha pertanian maupun perikanan,” katanya.

Lebih jauh dia mengungkapkan bagian hulu sungai Ciliwung yang biasa digunakan sebagai air baku air minum pun telah mengandung kadar BOD rata-rata 8,97 mg/L dan COD dengan kadar rata-rata 35,22 mg/L. Padahal baku mutu BOD 10 mg/L dan COD 20 mg/L. Menurut Daniel upaya mengatasi pencemaran air sudah dilakukan, namun hasilnya tak pernah memadai.

Sedangkan untuk air minum kemasan, Daniel menyangsikan kemurnian dan kandungan mineral didalamnya. Pada pembuktian hasil penelitian, menunjukkan bahwa air kemasan pada beberapa produk yang dijual mudah dan bebas itu hanya untuk bisa dikonsumsi untuk menghilangkan dahaga, tanpa meningkatkan kembali metabolisme tubuh. “Hati dengan pembohongan publik oleh produk air kemasan”.(Her/Ijs)

Sumber : http://www.indosiar.com

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: